Sejarah Masyarakat Transportasi Indonesia
Perjalanan panjang MTI sejak 1999 — dari deklarasi di Bandung hingga menjadi lembaga pemikir transportasi nasional yang diakui di tingkat internasional.
Dari deklarasi 1999 hingga arah kebijakan 2025–2030.
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) adalah organisasi profesi nirlaba yang menghimpun akademisi, pakar, praktisi, dan birokrat di bidang transportasi. Lahir pada 14 Maret 1999 di Bandung, MTI hadir sebagai respons atas kebutuhan akan lembaga independen yang mampu menghasilkan kajian dan rekomendasi kebijakan transportasi yang objektif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi kepentingan publik.
Selama lebih dari dua dekade, MTI telah menyelenggarakan 10 kali Kongres Nasional, menerbitkan ratusan kajian dan rekomendasi kebijakan, serta aktif berkontribusi dalam forum transportasi internasional termasuk EASTS Conference. Dengan jaringan kepengurusan wilayah di 34 provinsi, MTI menjadi wadah sinergi antara dunia akademis, industri, dan pengambil kebijakan.
Pendirian MTI di Bandung
Masyarakat Transportasi Indonesia dideklarasikan pada 14 Maret 1999 di Bandung, diprakarsai oleh para akademisi, pakar, dan praktisi transportasi. MTI lahir dari kebutuhan akan wadah independen yang mampu merumuskan kajian dan rekomendasi kebijakan transportasi berbasis keilmuan.
Kongres I MTI – Jakarta
Kongres pertama menetapkan Anggaran Dasar, struktur kepengurusan, dan program kerja. MTI menegaskan dirinya sebagai organisasi profesi yang independen, berorientasi kepentingan publik, dan berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sistem transportasi nasional.
Kongres II – Surabaya
MTI memperkuat jaringan wilayah dengan membentuk kepengurusan daerah di seluruh Indonesia. Agenda perluasan keanggotaan membawa praktisi, birokrat, dan akademisi dari berbagai provinsi ke dalam satu forum nasional yang aktif menghasilkan rekomendasi kebijakan.
Kongres III – Bandung
MTI semakin dikenal sebagai rujukan kebijakan transportasi. Pada kongres ketiga, organisasi memperluas cakupan isu—dari transportasi perkotaan, perdesaan, hingga logistik dan keselamatan jalan—sekaligus memperkuat kehadiran di forum kebijakan nasional.
Kongres IV – Makassar
Fokus pada konektivitas Indonesia Timur menjadi warna kuat Kongres IV. MTI mendorong percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan merumuskan agenda riset bersama perguruan tinggi daerah.
Kongres V – Palembang
Keselamatan jalan dan transportasi publik menjadi prioritas utama. MTI mempublikasikan kajian tentang angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia dan mengadvokasi penerapan standar keselamatan yang lebih ketat serta peningkatan kualitas layanan angkutan umum.
Kongres VI – Yogyakarta
Di era masifnya pembangunan infrastruktur nasional, MTI mendorong integrasi moda transportasi dan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai kerangka utama perencanaan kota. Kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan semakin menguat.
Kongres VII & HUT ke-20 MTI
Dua dekade perjalanan MTI ditandai dengan komitmen yang semakin kuat pada riset berbasis data, advokasi kebijakan berbasis bukti, dan perluasan kerja sama internasional. MTI mulai aktif di forum EASTS (Eastern Asia Society for Transportation Studies).
Kongres VIII – Format Hybrid
Pandemi mendorong MTI beradaptasi dengan forum virtual dan hybrid. Selama periode ini MTI menghasilkan serangkaian rekomendasi kebijakan transportasi publik yang aman di masa COVID-19, termasuk penerapan protokol kesehatan di angkutan umum.
Kongres IX – Bali
MTI merumuskan agenda transportasi hijau dan transisi energi menuju Net Zero Emission 2060. Dekarbonisasi sektor transportasi, elektrifikasi kendaraan, dan integrasi energi terbarukan menjadi bagian dari rekomendasi kebijakan yang diserahkan kepada pemerintah.
Kongres X MTI – Jakarta
Kongres X menetapkan Arah Kebijakan Transportasi Indonesia 2025–2030 dengan lima pilar: keselamatan, konektivitas, logistik efisien, transportasi hijau, dan inklusi sosial. AKSES Utama Edisi 12 mendokumentasikan seluruh rumusan dan rekomendasi kongres untuk para pemangku kebijakan.
Lebih dari 25 tahun membangun kebijakan transportasi Indonesia yang lebih baik.
MTI berdiri di persimpangan antara akademia, industri, dan kebijakan publik — hadir sebagai suara independen yang konsisten memperjuangkan transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia.

